NASA tidak pernah ke Bulan?

Seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi akan ikut berkembang. Sesuatu hal yang dinilai aneh atau seakan memiliki energi tertentu dapat dipecahkan kebenarannya oleh manusia di masa depan. Ini juga yang terjadi ketika kita melihat suatu fakta penemuan baru tentang apakah  NASA tidak pernah ke bulan. Sangat menarik untuk dibahas karena kita tau sendiri dari kecil waktu SD sudah diberikan pengetahuan tentang pesawat Apollo 11 yang berhasil mendarat pertama kali di Bulan pada 20 Juli 1969. Terbesit di pikiran begitu bangganya jika saya bisa seperti Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins yang menjadi orang-orang pertama menginjakkan kaki di Bulan. Saya berpikir begitu hebatnya para ilmuwan berhasil melakukan batu loncatan terbesar sepanjang sejarah ilmu pengetahuan dunia. Tetapi ketika saya memasuki usia dewasa, bisa dibilang mulai ragu dengan penemuan ini. Dari beberapa artikel yang saya baca menyimpulkan bahwa ada indikasi pendaratan pertama di Bulan ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Terlepas apakah hal ini kebohongan atau tidak, kita lihat saja dulu beberapa fakta yang saya temukan.



        Pada tanggal 20 Juli 1969, milyaran umat manusia di seluruh dunia tertuju kepada saluran TV masing-masing. BBC menyalurkan siaran live pendaratan pesawat Apollo 11 di Bulan.  3.500 wartawan telah berkumpul di Kennedy Space Center meliput proses pendaratan dan peluncuran pesawat Apollo. Dan pada pukul 20.17, para astronot berhasil mendarat di Bulan dengan selamat. Dari 3 orang astronot, Neil armstrong adalah orang pertama yang keluar dan menginjakkan kaki di Bulan disusul rekannya Buzz Aldrin.
1. Teknologi
        Bila kita berbicara tentang teknologi pada tahun 1969 mungkin bisa dikatakan sangat jauh untuk mungkin bisa melakukan komunikasi dengan astronot yang ada di Bulan. Teknologi macam apa yang bisa digunakan. Apalagi ini disiarkan langsung secara live. Pasti seharusnya teknologi kita saat ini sudah sangat maju tapi nyatanya sama saja.
2. Sabuk Van Allen

          Sabuk Van Allen ini ditemukan oleh James Van Allen pada tahun 1958. James berpendapat bahwa Sabuk itu berisi partikel dan radiasi kosmik yang tertangkap oleh medan magnetik. Para ilmuwan berpendapat bahwa sebelum mencapai Bulan, pesawat Apollo 11 pasti akan terbakar oleh radiasi Sabuk Van Allen ini. Tetapi NASA berpendapat bahwa Apollo 11 mampu melewati radiasi itu.


3. Tidak adanya bintang






             Di Bulan itu gak ada atmosfir. Jadi seharusnya Bintang akan sangat jelas terlihat. Tetapi nyatanya dalam beberapa foto yang dirilis NASA tidak ada satu pun yang memperlihatkan adanya bintang. Di Bulan hanya ruang hampa udara. Nah, kemanakah bintangnya? Tanya aja ke NASA.


4. Bendera berkibar






           Kalau ini sudah jelas paling kelihatan bohongnya. Di bulan gak ada angin. Tetapi kenapa benderanya berkibar. Oke. Pendapat ini dibantah dengan sanggahan bahwa di bagian atas bendera di masukkan sebuah pipa atau besi . Tapi bukannya jika seperti itu seharusnya bendera dalam posisi diam atau datar tetapi kenapa terlihat lekukan seakan berkibar. Haha!!


5. Bayangan yang berbeda






             Ini juga salah satu yang menjadi perdebatan. Bayangan nya berbeda-beda. Yang bendera arahnya ke kiri. Yang astronot arahnya ke kanan. Jelas aneh. Hanya satu sumber cahaya Bulan yaitu Matahari. Dan matahari itu hanya satu. Jadi sumber cahaya juga hanya satu arah. Tapi lihat di foto. Ada yang bayangannya ke kanan, kiri, dan sebagainya


6. Jejak kaki



           Gravitasi bulan itu hanya 1/6 dari bumi. Jadi manusia dengan berat 200 kg pun gak akan bisa ninggalin jejak kaki se sempurna itu. Dan ini terlihat jelas seakan tanah di bulan basah padahal permukaan bulan sangat kering. Ada-ada saja.
7. Neil Armstrong terlihat jelas



           Pernah saya jelaskan sebelumnya bahwa cahaya di Bulan hanya didapat dari Matahari yang hanya satu arah. Lihat foto ini. Terlihat jelas sosok Neil Armstrong padahal seharusnya dia tidak tertangkap kamera atau istilahnya gelap karena cahaya terhalang oleh badan roket. Sekali lagi ini bukti bahwa dia tidak berada di bulan melainkan di sebuah studio foto.


8. Para astronot mati misterius

       Para astronot yang ikut dalam pengerjaan proyek Apollo 11 ini banyak yang mati misterius. Banyak sumber menyebutkan bahwa mereka meninggal akibat kecelakaan mobil tetapi bukti-bukti itu hilang. Detektif yang melakukan penyelidikan tersebut juga mati secara misterius. Diketahui astronot - astronot yang mati misterius ini meninggal karena terlalu vokal dalam membongkar apa yang sesungguhnya terjadi dan untuk menghilangkan bukti kebohongan NASA.

Read more


Lima Cara Unik Merangsang Ide

Tak perlu minder jika pikiran Anda sering mendadak buntu saat sedang mengerjakan sesuatu. Bahkan, seniman hebat pun pernah melakukannya. Penyair besar abad ke-18, Friedrich Schiller, suka mencium apel busuk di tangannya saat itu terjadi. Ide pun bisa muncul tiba-tiba di kepalanya.

Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk membangkitkan inspirasi. Ada yang melakukan olah raga ringan, mendengarkan musik, dan sebagainya. Mengutip Huffington Post, berikut lima cara unik yang bisa Anda terapkan saat "serangan" buntu mendadak itu datang.

Percayakan pada hidung Yang dilakukan Schiller sebenarnya bisa dicoba. Memercayakan kreativitas mengalir melalui udara yang dihirup hidung Anda. Sebuah studi mengungkapkan bahwa saat otak tak bekerja, hidung bisa menjadi "asistennya". Aroma-aroma tertentu dipercaya menambah daya kreativitas Anda.

Rosemary misalnya, bisa meningkatkan konsentrasi dan berdampak pada kinerja kognitif. Kayu manis dan vanili juga bisa digunakan sebagai jawaban atas buntunya sisi kreatif otak Anda.

Lakukan sesuatu yang monoton
Jangan terlalu kejam memperlakukan pekerjaan yang Anda anggap monoton. Di sana lah sesungguhnya ide terbaik ditemukan. Sebuah studi pada 2012 mengungkapkan, terus-terusan melakukan pekerjaan tanpa berpikir, justru bisa membuat imajinasi Anda mengembara.

Penelitian itu berspekulasi, alam bawah sadar dapat meningkatkan pemikiran kreatif. Jadi, tak perlu mengeluhkan pekerjaan yang tak menarik. Gregor Mendel, ilmuwan Jerman yang menemukan teori baru genetika dahulunya bekerja sebagai penghitung biji kacang dan lebah madu.

Matikan televisi
Menonton televisi memang terkadang menimbulkan inspirasi. Tapi, percaya lah, kebanyakan menonton televisi tidak membuat Anda lebih pintar. Tontonan hiburan bahkan terkadang membodohi Anda. Sebab, menonton aksi tertentu dapat merangsang pemikiran dan tindakan yang sama.

Namun, ini tak selalu berarti negatif. Anda bisa memanfaatkan rangsangan itu dengan melakukan sesuatu yang lebih cerdas. Misalnya, membaca buku atau majalah. Aktivitas ini bisa membuat otak Anda lebih terangsang daripada sekadar menonton televisi.

Sediakan catatan di kamar mandi

Jangan jauhkan catatan Anda dari kamar mandi. Ini bukan mitos, banyak ide cemerlang muncul saat Anda berada di kamar mandi. Sayangnya, semudah Anda melangkah atau mengeringkan tubuh dengan handuk, secepat itu pula ide itu menguap.

Karenanya, terapkan lah tips dari Austin Kleon, penulis Steal Like an Artist. Ia biasa menyediakan catatan anti air di kamar mandinya. Ketika sewaktu-waktu ide cemerlang muncul, ia hanya perlu meninggalkan sejenak aktivitas mandinya dan menyambar catatan itu.

Menulis dengan tangan
Sekarang, memang zamannya teknologi. Semua ditulis dengan komputer atau telepon genggam. Tapi, jangan sampai Anda tak lagi terbiasa menulis dengan tangan. Sebab, menulis tangan lebih bisa mematri ide-ide di dalam kepala Anda.

Virginia Berninger, profesor psikologi pendidikan di University of Washington menjelaskan, menulis dengan tangan lebih merangsang daya kerja otak dan memori dibandingkan mengetik. Menulis dengan tangan juga bisa mengeluarkan Anda dari rutinitas. Suara hentakan keyboard dan keypad punya efek psikologis yang membekap aura kreatif Anda.

Read more


Cara Mudah Identifikasi Orang Bohong dan Simpan Rahasia

Bagi sebagian besar orang, saat rekan kerja atau teman menyembunyikan sesuatu, bisa jadi masalah atau rekan tidak sepenuhnya menyampaikan apa yang sebenarnya dialami. Juga jadi masalah kalau teman Anda tidak jujur dalam suatu hal.


Nah, peneliti telah mempelajari studi untuk mengidentifikasi kebohongan seseorang, melalui pesan email seseorang.

Dilansir Telegraph, Selasa 6 Agustus 2013, sebuah studi Carnegie Mellon University, Pittsburgh, Pennsylvania, AS, yang dilaporkan Scientific American menemukan orang yang menyembunyikan kebenaran atau rahasia memiliki pola komunikasi email yang berbeda. 

Peneliti Carnegie Mellon itu menyebutkan orang yang berbohong ternyata banyak menampilkan bahasa yang lebih menipu, lebih banyak emosi negatif dan lebih sedikit menggunakan kata-kata seperti "saya" atau "aku".

Studi juga menyebutkan panjang dan jumlah email juga bisa jadi petunjuk, seperti halnya tulisan email yang ditulis lebih lama setelah seseorang menerima email sebelumnya.

Untuk menyingkap kebohongan penulis email, peneliti Carnegie Mellon melibatkan 62 orang dewasa yang mengaku merahasiakan kebenaran yang mengubah hidup.

Studi mencatat, lebih dari setengah responden itu menjaga rahasia romantis atau seksual, sedangkan responden yang lain menyembunyikan sesuatu yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan mental, pekerjaan sampai masalah hukum.

Peneliti juga menyampaikan mereka menjaring komunikasi email selama satu tahun dari email responden. Waktu itu, termasuk beberapa saat sebelum peneliti mengetahui rahasia responden.

Temuan tim Carnegie Mellon juga sesuai dengan studi lain yang dilakukan peneliti University of Texas, Austin, AS.

Peneliti University of Texas, James Pennebaker, bersama rekannya telah mempelajari email dari wanita, yang cenderung ingin menyembunyikan episode depresi dari teman-teman mereka.

Pennebaker bersama rekannya menemukan wanita lebih banyak mengirimkan email dan menggunakan kata lebih banyak di dalam email, saat merasa tertekan dibanding saat mereka berada dalam pengampunan. Dan, kondisi itu lebih dari wanita yang dalam keadaan normal.

Wanita juga tercatat menggunakan ekspresi emosi negatif lebih sedikit, dan menggunakan lebih banyak kata emosi positif maupun kata "I" dan "me".

"Orang yang depresi menghabiskan banyak waktu untuk berkedok. Mereka menggunakan strategi komunikasi untuk tampil lebih gembira," jelas Pennebaker.

Pada penelitian sebelumnya, Pennebaker beserta timnya menemukan pola bahasa khusus yang digunakan politisi dunia dalam menjaga rahasianya.

Misalnya, pola komunikasi Presiden George W Bush, yang lebih sedikit menggunakan kata ganti tunggal seperti "I", "me" atau "my" selama berbulan-bulan sebelum invasi ke Irak. 

Presiden AS ke-33, Harry S. Truman, kata Pennebaker, juga melakukan hal yang sama sebelum negara adidaya itu menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Jepang pada masa perang dunia kedua.

Baru-baru ini, tim Pennebaker juga menganalisis bahasa yang digunakan bomber bom maraton Boston, Dzokhar Tsarnaev. Menurut dia, teroris itu juga menggunakan kata ganti orang pertama jauh lebih sedikit dalam pesan Twitter-nya sejak Oktober 2012. 

Kedua studi tersebut telah dipresentasikan pada konvensi tahunan American Psychological Association pekan lalu.

Read more

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Popular Post

About This Blog

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

Web hosting for webmasters